Senin, 30 September 2013

Peranan SDM bagi perusahaan


Secara tradisional, departemen SDM mempunyai keterlibatan yang relatif terbatas dalam kegiatan dan tujuan organisasi secara keseluruhan. Para manager SDM seringkali hanya berkepentingan terhadap program penetapan staff, memberi program-program pelatihan kerja spesifik atau melaksanakan program penilaian kinerja tahunan (yang hasilnya kadang-kadang disimpan dalam satu arsip dan tidak pernah digunakan). Mereka menfokuskan diri pada kebutuhan jangka pendek, kebutuhan sehari-hari akan SDM.
Dengan semakin pentingnya peran SDM terhadap keberhasialn sebuah perusahaan, para manajer SDM dan departemennya menjadi semakin terlibat dalam kegiatan-kegiatan perusahaan. Mereka menjadi perlu mengetahui kebutuhan bisnis, mau dibawa kemanadan membantu perusahaan memenuhi kebutuhan tersebut. Hal yang lebih umum sekarang ini sesuai dengan pengamatan.
Menghubungkan SDM dengan bisnis adalah peranan yang paling baru dimainkan oleh departemen SDMdan mungkin menjadi yang paling penting .Salah satu kosekwensi peranan ini adalah meningkatkan keterlibatan dalam tujuan-tujuan jangka panjang dan strategis perusahaan. Konsekwensi yang kedua adalah penekanan baru kepada kegiatan-kegiatan jangka panjang selain kegiatan jangka menengah dan jangka pendek yang biasa dilakukan. Dalam tiga jangkauan waktu yang berbeda ini departemen SDM berfungsi pada tiga tingkatan yaitu :
Tingkat Operasional
Pada tingkat operasional (jangka pendek) departemen SDM membuat perencanaan penetapan staf dan penerimaan tenaga kerja, membangun system pemantauan harian, mengelola program upah dan gaji, mengelola paket-paket tunjangan, membangun system penilaian tahunan atau yang berjangka panjang,dan membangun system pengawasan harian. Departemen SDM juga memberikan pelatihan mengenai keakhlian-keakhlian khusus dan pelatihan sambil bekerja, menyelaraskan pekerja dengan pekerjaan tertentu dan merencanakan peningkatan karier.
Tatkala departemen SDM mulai berperan dalam kegiatan-kegiatan bisnis, kegiatan SDM pada kegiatan operasional juga dihubungkan dengan bisnis. Contohnya program-program pelatihan dirancang secara eksplisit untuk memberi pekerja tertentu keakhlian yang dibutuhkan oleh bisnis.
Tingkat manajerial
Pada tingkat manjerial ( jangka menengah) departemen SDM mengesahkan kriteria pemilihan pekerja, mengembangkan program pemasaran, penerimaan tenaga kerja, menciptakan pasar,
Menetapkan program kompensasi lima tahunan untuk para pekerja, dan menetapkan paket-paket tunjangan. Departemen SDM juga menciptakan system yang menghubungkan kondisi ketenagakejaan saat ini dengan potensi bisnis dimasa datang. Departemen SDM juga menetapkan pusat-pusat penilaian, menciptakan program pengembangan untuk manajemen secara umum. Berpartisipasi dalam pengembangan organisasi, membina pengembangan diri, mengidentifikasi jenjang karier dan mengembangkan jasa pengembangan diri.
Walaupun kegiatan ini dapat dilaksanakan departemen SDM bila dilaksanakan dalam sebuah departemen SDM yang dihubungkan dengan bisnis perusahaan kegiatan ini akan terdiri dari 3 karakteristik yaitu :
Proses Formulasinya berbeda,contohnya sebelum menentukan pusat penilaian, departemen SDM akan memulai penilaian apa yang dibutuhkan perusahaan, mengidentifikasi pemimpin dan manajer yang dibutuhkan untuk mengendalikan bisnia sampai berhasil.
Isi kegiatan SDM mewakili pandangan seluruh pekerja, manajer dan bukan manajer, para pekerja diluar dan didalam departemen SDM.
Proses implementasi yang sangat interaktif, para manajer SDM bekerja secar erat dengan manajer dari bidang-bidang lain .
Tingkat Strategis
Pada tingkat strategis (jangka panjang) departemen SDM terlibat dalam keputusan-keputusan yang lebih luas yang memberikan arah dan visi keseluruhan bagi perusahaan.Menjadi mitra strategis berarti memahami arah bisnis perusahaan, termasuk produk apa yang akan dihasilkan, apa yang mampu dilakukan, siapa konsumen perusahaan dan bagaimana perusahaan memposisikan diri secara kompetitif dipasar.
Dengan berperan sebagai mitra strategis bisnis departemen SDM dapat memberikan nilai yang nyata kepada manajemen puncak. Pada waktu lampau departemen SDM adalah yang paling terakhir mengetahui sesuatu. Proses menghubungkan SDM kepada kebutuhan perusahaan yang lebih luas dan berjangka panjang adalah inti manajemen SDM yang strategik.
Biasanya kebutuhan strategis bisnis timbul dari keputusan-keputusan seperti produk dan jasa apa yang dihasilkan dan apa yang menjadi dasar untuk bersaing, kualitas, biaya dan inovasi atau untuk tujuan-tujuan kelangsungan hidup, pertumbuhan, adaptabilitas, profitabilitas. Karena berkaitan formulasi dan implementasi strategis perusahaan, keputusan-keputusan ini mencerminkan karakteristik lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Lingkungan internal menyangkut sifat bisnis,tujuandan nilai yang dimiliki manajemen puncak, ukuran prusahaan, tingkat keuntungan yang diharapkan serta tekhnologi struktur dan siklus hidup bisnis.
Karakteristik lingkungan eksternal perusahaan yang mempengaruhi strtegis bisnis perusahaan mencakup dasar dimenangkan pertempuran kompetitif diindustri misalnya biaya, kualitas, inovasi, siklus hidup industri, permasalahan, permasalahan sosial, hukum, dan politis, kondisi-kondisi ekonomi, ruang lingkup indusri, permasalahan sosial, hukum dan politis,kondisi ekonomi, ruang lingkup dan tingkat kompetensi, pasar tenaga kerja dan konsumen.
Secara bersama-sama, aspek-aspek lingkungan ini, mempengaruhi kebutuhan-kebutuhan strategis yang lebih luas, berjangka panjang dan bahkan mempengaruhi pernyataan misi perusahaan. Pada gilirannya pernyataan aspirasi perusahaan pada intinya, filosofi SDMnya yang menunjukkan bagaimana perusahaan akan mengelola SDMnya, berhubungan erat dengan pernyataan misinya.
Seringkali, pernyataan misi terletak pada proses dimana pernyataan misi ini SDM diciptakan dalam suatu proses yang mempunyai tingkat partisipatif yang tinggi, yakni dimana semua pekerja ,para manajer lini, dan staf SDM terlibat didalamnya,dan dimana pernyataan misi itu diciptakan. Jika pernyataan misi SDM diciptakan dalam suatu proses yang mempunyai tingkat partisipatif yang tinggi yakni semua pekerja ,parta manajer memberikan kejelasan, pemahaman dan komitmen maka hasil akhirnya bukanlah semata-mata sepotong ketrtas tetapi suatu atmosfir kemitraan baru didalam perusahaan.
Semua yang terlibat mempunyai dasar yang mereka ciptakan bersama, dimana mereka dapat mengevaluasi sifat dan kualitas praktek yang mereka kembangkan. Pernyataan misi seprti ini menjadi dasar saling pengertian dan kerjasama. Pernyataan misi seperti ini menjadi dasr saling pengertian dan kerjasama. Pernyataan misi seperti ini menjadi dasar saling pengertian dan kerjasama.Pernyataan misi seperti ini membuat perusahaan mampu mengembangkan konsistensi yang dibutuhkan dalam filosofi kebijakan dan praktek SDM. Konsistensi ini pada gilirannya akan membuat manajemen SDM memiliki pengaruh yang positif terhadap semua keputusan perusahaan.

Sabtu, 28 September 2013

perusahaan jasa

Perusahaan jasa merupakan unit usaha yang kegiatannya memproduksi produk yang tidak berwujud (jasa) dengan maksud meraih keuntungan. Akan tetapi, perusahaan jasa juga membutuhkan produk berwujud dalam menyelenggarakan kegiatan usahanya. Misalnya, perusahaan angkutan menawarkan jasa transportasi kepada masyarakat. Untuk mendukung usahanya, perusahaan membutuhkan sarana transportasi berupa mobil atau bus.

Dari pengertian di atas, perusahaan jasa memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Produk yang ditawarkan berupa benda tidak berwujud (jasa). Jasa merupakan sesuatu yang tidak bisa dilihat, tetapi manfaatnya bisa dirasakan.
b. Perusahaan dan konsumen kesulitan untuk mengukur tingkat harga jasa. Tingkat harga merupakan sesuatu yang bersifat tidak mutlak karena mahal atau tidaknya harga yang ditetapkan perusahaan tergantung tingkat kepuasan konsumen.
c. Produk yang ditawarkan tidak bisa disimpan dalam bentuk persediaan. Artinya, jasa tidak bisa disimpan, dijual kembali kepada orang lain, atau dikembalikan kepada perusahaan tempat konsumen membeli jasa.

menurut wikipedia, jasa atau layanan adalah aktivitas ekonomi yang melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumen atau dengan barang-barang milik, tetapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan.
Contoh dari bisnis jasa yang perkembangannya cukup pesat adalah:
1. Bisnis jasa: konsultan, keuangan, perbankan
2. Perdagangan jasa: eceran, pemeliharaan dan perbaikan
3. Jasa infrastruktur: komunikasi, transportasi
4. Jasa personal/sosial: restoran, perawatan kesehatan
5. Administrasi umum: pendidikan, pemerintah.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2157401-pengertian-perusahaan-jasa/#ixzz2gCVQ0ehM

Jumat, 27 September 2013

kuis 4

1.       Sebutkan siklus HR!
-          Organizational management: struktur organisasi terdiri dari Job, Positioning, Person.
-          Application data: proses rekrutmen & seleksi karyawan
-          Personnel Management: memposisikan seseorang melalui 3 bagian yaitu, fast and tree, single screen, personal action.
-          Personel development: pengembangan kerja terhadap karyawan
-          Training and event: pelatihan kepada calon karyawan sesuai dengan knowing, skill & attitude
-          Time management: absensi karyawan
-          Appraisal: penilaian kinerja karyawan
-          Payroll: pembayaran gaji karyawan
-          Personnel cost planning: perencanaan biaya anggaran gaji karyawan.

2.      Struktur yang ada di SAP HR..
Personel
a.       Entreprise struktur
-          Personal area
-          Client
-          Personnel sub area
b.      Personnel
-          Structure employe group
-          External
-          Active
-          Personnel sub group
-          Non payscale
c.       Organization structure
-          Job
-          Positioning
-          Person
-          Organizational unit

3.      Apa yang dimaksud dengan organizational unit, Job, Positioning, Person?
-          Job: jenis pekerjaan atau fungsional seseorang dalam perusahaan
-          Positioning: posisi karyawan dalam perusahaan
-          Person: posisi seseorang dalam status organisasi
-          Organizational unit: unit-unit organisasi pada perusahaan
4.      Jenis Produk HR..
-          SAP All In One
-          SAP Business One
-          SAP Business Suite
5.      Singkatan SAP..
Sistem Application and Product in Data Processing

6.      3 informasi log in?
-          Client
-          User name
-          Password


Kamis, 26 September 2013

kuis 3

1. - Organisational Management
    - Applications Data
    - Personnel Management
    - Personnel Development
    - Training and Event Management
    - Time Management
    - Appraisal
    - Payroll
    - Personnel Cost Planning

2. System Applications and Product in Data Processing

3. - Client
    - User Name
    - Password

4. - Job adalah jenis pekerjaan atau fungsional seseorang dalam perusahaan
    - Positioning adalah posisi karyawan dalam perusahaan
    - Person adalah posisi seseorang dalam status organisasi
    - Organisational unit adalah unit-unit organisasi pada perusahaan. 

Kamis, 19 September 2013

UNIT 1: Navigation

UNIT 1: Navigation
 Lesson Overview
This lesson explains and demonstrates how to log on onte SAP system. You will also become familiar with the layout and navigation of the system. The lesson also discusses some of the options available for personalizing the system based on the user’s requirement and or preference.

Logon Process
Before you log on the first time, your system administrator will give you an initial password. During the logon process, you should create a new password, one that you alone will know. After that, use your own password whenever you log on.
 Note: these procedure may differ somewhat at your company. For more information, contact your system administrator.
The SAP logon icon now appears in both the task bar (together with the SAP release number) and the system tray (that is, the bottom right corner of your desktop).
SAP system are client systems. The client concept enables the parallel operation, in one system, of several enterprises that are independent of each other in business terms.

Navigation Tree
In SAP Easy Access, you can create a favorites list containing:
·         Transactions
·         Files
·         Web addresses

Status Bar
The Status bar provides general information on the SAP system and transaction or task you are working on. System messages left of the status bar. The right end of the status bar contains three fields: one with server information, the other two status information.
·         Left end status bar: error and other system messages display here.
·         Right end of the status bar: system information displays here. Choose this field to display the following system information:
-          System
-          Client
-          User
-          Program
-          Transaction
-          Response time
·         Second status field: this field tells you what server you are connected to.
·         Third status field: this field display the data entry mode. Choose this field to switch between insert (INS) and Overwrite (OVR) modes.
 Note: to hide the status fields, choose the arrow to their left; to display them, choose the arrow to their right.    


Senin, 09 September 2013

My SAP

1.      Job Design; suatu perencanaan pekerjaan dengan proses penentuan tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh pemegang jabatan.
2.      Rekrutmen; serangkaian aktifitas mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian dan pengetahuan yang diperlukan guna menutupi kekurangan yang didentifikasi dalam perencanaan.
3.      Selection; suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada.
4.      Placement; berkaitan dengan pencocokan seseorang dengan jabatan yang akan dipegangnya, berdasarkan pada kebutuhan jabatan, seperti pengetahuan, ketrampilan, kemampuan, preferensi dan kepribadian karyawan tersebut.
5.      Compensation; suatu bentuk biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan dengan harapan bahwa perusahaan akan memperoleh imbalan dalam bentuk prestasi kerja dari karyawannya.
6.      Training; suatu usaha yang terancang untuk memfasilitasi pembelanjaan tentang pekerjaan yang berkaitan dengan pengetahuan, keahlian dan perilaku oleh para pegawai.
7.      Development; suatu proses yang pasti dialami oleh individu, merupakan suatu proses yang pasti di alami oleh setiap individu, perkembangan ini adalah proses yang bersifat kualitatif dan berhubungan dengan kematangan seorang individu yang ditinjau dari perubahan yang bersifat progresif serta sistematis di dalam diri manusia.
8.      Careerplanning; langkah-langkah yang bisa di ambil oleh seseorang untuk menempati suatu jenjang yang lebih tinggi dalam hirarki organisasi.

9.      Termination; pengelolaan pengakhiran hubungan kerja antara pekerja dengan perusahaan.